Potensi Desa Logam di Desa Ngingas

 

Oleh Ghaitsa Zahira Shofa




Desa Ngingas, yang terletak di kecamatan Waru, Sidoarjo, mempunyai julukan sebagai kampung logam. Pasalnya, Jumlah pengusaha logam di desa Ngingas tercatat mencapai 300an orang lebih. Hampir setiap rumah di desa Ngingas, memproduksi benda atau alat yang terbuat dari bahan logam. Macam-macam benda atau alat yang di buat yaitu variasi motor, spareparts mobil, alat pertanian, kelistrikan, PJU, lampu PJU. Awal mula yang mempopulerkan desa Ngingas sebagai kampung logam adalah Pemkab Sidoarjo.


Bedanya, Mesin yang digunakan pengusaha logam di Desa Ngingis saat ini lebih modern. Sehingga proses produksi menjadi lebih cepat. Selain itu, sebagian produk-produk yang berasal dari Desa Ngingas sudah di export ke manca negara. Usaha logam di desa Ngingas berdampak positif dan negatif bagi warga. Suara dari mesin-mesin yang digunakan dalam proses pembuatan benda dari logam memang terdengar sangat bising. Belum lagi ditambah suara dari gesekan dan bantingan benda logam. Kesibukan kegiatan di dalam pabrik terdengar hingga 20 meter. Desa Ngingas sendiri bisa dibilang dengan desa padat penduduk. Sebagian Rumah-rumah penduduk disana terlihat berdempetan dengan Pabrik logam. Di sisi lain, usaha logam yang menjamur di desa Ngingas menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan luar kota.


Salah satu usahawan logam Abdul Ghofur menuturkan, bahwa ia sudah mempunyai karyawan sebanyak 55 orang. "Awalnya cuma punya 5 orang karyawan, tapi sekarang sudah punya karyawan sebanyak 55 orang" Pungkasnya. Khobir karyawan Abdul yang berasal dari pasuruang mengungkapkan dia sudah bekerja selama 2 tahun. Pengusaha pulsa di sekitar wilayah kampung logam pun merasa di untungkan. "Orang-orang sering beli pulsa di sini, pengusaha logam biasanya masih pakek sms dan nelpon saja kalua komunikasi" tutur Ahmad penjaga Pratama Cell.


Selain itu, Desa Ngingas juga memiliki BumDes yang mulai berkembang dengan memanfaatkan potensi yang desa miliki. Bumdes Ngigas berhasil membuat mesin Inovasi Teknologi yakni, Mesin Pengolah Sampah. Tak disangka Mesin ciptaan desa Ngingas ini berhasil mengambil perhatian dari berbagai pihak.

          


Mesin pengolah sampah hasil karya Desa Ngingas, Kecamatan Waru, Sidoarjo masuk dalam 10 besar Inovasi Teknologi (Inotek) Award 2019 Jawa Timur untuk kategori bidang lingkungan. Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ngingas Makmur Abadi, Zainuddin Arifin mengatakan pihaknya tak menyangka bakal masuk dalam nominasi bergengsi tersebut. Hal ini sungguh kabar yang membanggakan bagi desa Ngingas, karena mengingat untuk masuk di ajang award tsb cukup berat. Dan dijelaskan juga, bahwasannya untuk terpilih dalam ajang Inotek Award harus bersain dahulu di tingkat kabupaten dengan 13 nominator lainnya. Saat ini pihaknya sedang focus dalam ajang Inotek. Apalagi mesin Pengolah sampah Desa Ngingas menjadi wakil satu satunya Kabupaten Sidoarjo dalam bidang kategori Lingkungan.



Komentar