Potensi Desa Kembangbelor sebagai destinasi Wisata Alam, Hiburan dan Makanan

  

Ditulis oleh Nisa Yusfia Rahma


Kembangbelor adalah sebuah desa di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Desa ini masih asri dengan pemandangan sawah yang membentang luas. Suasana di desa ini sejuk meskipun terik disinari oleh matahari. Masih asri karena pemandangan dan suasananya desa Kembangbelor ini bisa dibilang memiliki lahan hijau yang luas karena pemukiman warga juga tidak terlalu padat. Sehingga jika kita tinggal disini, selain sejuknya udara, lingkungan di sini akan membuat kita lebih fresh dan tenang.


Desa yang kecil dan tidak terlalu padat penduduk apakah nyaman untuk ditinggali? bagaimana jika kita jadi lebih susah mengakses fasilitas masyarakat? Tenang, di desa ini fasilitas cukup memadai. Jika kita ingin ke Rumah Sakit, kita bisa ke rumah sakit terdekat jika membutuhkan pertolongan medis. Disini juga sudah disediakan pujasera tempat jika kita ingin membuka toko atau kita mencari barang dan membeli makanan. Pujasera yang ada juga cukup luas dan tertata apik. Banyak warga yang berdagang makanan disini atau aneka macam jajanan dan minuman.




Budaya disini perayaan besar nasional atau agama seperti 17 Agustus-an atau Maulid Nabi, yang terkenal dan khas di Desa Kembangbelor ini adalah seni “Bantengan”.


Bantengan adalah sebuah seni pertunjukan dalam budaya Jawa yang menggabungkan unsur sendratari, kanuragan, musik, dan mantra yang sangat kental dengan nuansa magis. Kesenian rakyat Bantengan berasal dari Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur tepatnya di Desa Made yang dulunya merupakan Desa yang berdekatan dengan Gunung Welirang. Konon katanya di kawasan hutan sekitarnya dulu terdapat berbagai macam hewan liar termasuk diantaranya Banteng yang saat ini sudah punah di kawasan tersebut. Tak heran jika kesenian Bantengan ini berkembang dan menjadi ciri khas kesenian dari Mojokerto karena dulunya kesenian ini berkembang di masyarakat yang hidup di pedesaan atau wilayah pinggiran kota di daerah lereng pegunungan se Jawa Timur. Jadi kesenian Bantengan ini juga merupakan ciri khas kota-kota di daerah pegunungan di Jawa Timur seperti Malang dan Mojokerto


Perkembangan awal kesenian ini diketahui sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Hal ini terbukti dengan adanya tarian yang menggunakan topeng banteng saat itu. Buktinya adalah relief candi yang ada di Mojokerto yang menggambarkan tarian ini.



Baru-baru ini ada tempat wisata yang di bangun di desa Kembangbelor ini. Namanya, “Bernah de Vallei”. Wisata ini selain menawarkan suasana baru tentu juga menawarkan berbagai aktivitas yang bisa dilakukan ketika bersama kawan ataupun berkeluarga, seperti berenang, berfoto bersama ataupun sekedar berjalan-jalan.

Nah, cukup banyak kan potensi yang desa ini miliki. Di wilayah lereng pegunungan ini pasti memang potensi alamnya mengenai pertanian maupun perkebunan, tapi desa Kembangbelor ini jika dimanfaatkan dan dikelola dengan lebih baik lagi, pasti akan menjadi desa yang maju dengan segala kelebihannya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Potensi Desa Logam di Desa Ngingas